Chat Me

Facebook Page

Statistik

free counters
Chinese (Simplified)DutchEnglishItalianJapaneseKoreanMalayPortugueseSpanish

Seminar Nasional Medical Record 2011

Seminar tentang uji kompetensi perekam medis di Indonesia dan presentasi hasil-hasil penelitian di bidang rekam medis.

Uji kompetensi merupakan syarat untuk bekerja di institusi pelayanan kesehatan. Menurut Permenkes nomor 161 tahun 2010, uji kompetensi merupakan untuk mengukur pengetahuan, keterampilan dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi.

Disamping itu panitia juga mengundang dosen, mahasiswa, serta praktisi rekam medik untuk mempresentasikan hasil penelitian atau karya ilmiah dalam bidang rekam medis. Diharapkan perkembangan pemikiran dalam dunia rekam medis dapat dikomunikasikan.
» Baca Selengkapnya..

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Ideal

Beberapa tahun terakhir saya mendalami SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit). Banyak rumah sakit yang telah saya kunjungi untuk sekedar berdiskusi, presentasi, hingga implementasi. Banyak produk SIMRS yang juga telah saya analisa. Pada dasarnya business process rumah sakit itu hampir sama antara satu rumah sakit dengan rumah sakit yang lainnya, yang membedakan adalah type rumah sakitnya. Semakin tinggi kelasnya maka semakin kompleks proses bisnisnya. Semakin khusus rumah sakitnya maka proses bisnisnya juga semakin unik. Karena itu ada tahap assessment untuk kemudian dilakukan kustomisasi produk (SIMRS) sebelum implementasi.

Sebuah SIMRS dikatakan ideal atau lengkap jika telah memiliki semua modul standar yaitu
» Baca Selengkapnya..

RKE = khayalan?

Saya teringat “slentingan” Pak Sis Wuryanto pada seminar “Menuju Era Rekam Kesehatan Berbasis Elektronik” dalam rangka MUSDA ke VI DPD PORMIKI DIY. Beliau berkata “Kenapa temanya koq menuju era rekam kesehatan elektronik? Dari dlu koq menuju terus? Ya lebih baik menuju daripada meninggalkan..”, ya saya setuju dengan pendapat Pak Sis, tapi sampai kapan kita akan terus menuju? Kapan sampainya?

Analoginya pembangunan dapat dikatakan dimulai jika sudah ada peletakan batu pertama, nah ini jangankan peletakan batu pertama, sampai di lokasi pembangunannya pun kita belum. Sekian banyak diskusi, workshop, seminar dan gagasan ilmiah tentang Rekam Kesehatan Elektronik (RKE) selama ini terkesan hanya sebatas angan yang masih jauh dari kenyataan untuk diwujudkan. Terkadang kita sendiri yang mencari celah agar RKE itu tidak terwujud, dengan alasan dana, payung hukum, sekuritas, kesiapan SDM, dan lain-lain. Tidak ada titik temu, dan tidak ada ketegasan dari Departemen Kesehatan sehingga terkesan masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan bergerak sendiri-sendiri sesuai idealisme meraka. Padahal RKE itu butuh standarisasi, keseragaman, karena akan diterapkan dalam lingkup nasional. Dan satu hal lagi, bagaimana mungkin RKE diwujudkan jika sebagian besar fasilitas pelayanan kesehatan belum memperthatikan dan menyadari arti penting rekam medis/ rekam kesehatan.
» Baca Selengkapnya..

Tema Tugas Akhir Pendidikan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Banyak tema yang bisa diangkat sebagai tugas akhir terkait dengan bidang rekam medis dan informasi kesehatan. Bahkan sesuatu yang sederhana bisa kita angkat menjdi tugas akhir, tergantung bagaimana kejelian kita melihat permasalahan yang ada serta mengangkat isu yang sedang hangat.
Berikut beberapa tema yang bisa diangkat sebagai tema tugas akhir pendidikan rekam medis dan informasi kesehatan:
» Baca Selengkapnya..

Insitusi Pendidikan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di Indonesia

Waktu saya memutuskan untuk masuk ke pendidikan rekam medis sebelumnya saya tidak tahu menahu tentang rekam medis, apalagi di UGM ada Program Studi Rekam Medis, saya sama sekali tidak tahu dan masih sangat awam (tahu ada Prodi Rekmed di UGM juga dari teman, dan daftar juga iseng-iseng.. hehe). Sekarang rekam medis mulai dikenal dan banyak peminatnya dan ini sejalan dengan semakin menjamurnya institusi pendidikan rekam medis di Indonesia. Apalagi tenaga rekam medis telah diakui sebagai tenaga kesehatan berdasarkan PP RI No 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.

Berikut saya berikan list institusi pendidikan rekam medis dan informasi kesehatan di Indonesia mulai dari jenjang D3 hingga S2. Ini cuma yang terindeks di google, yang belum saya tampilkan disini berarti belum punya website atau website-nya belum terindeks google (yang belum punya website bisa memesan ke saya.. hehe).
» Baca Selengkapnya..

Medical Coding and Billing Profession

Terkait dengan dunia rekam medis, di luar negeri ada profesi medical coding and billing. Orang yang berprofesi sebagai medical coding and billing harus memiliki pengetahuan tentang istilah medis, anatomi, dan kemampuan pengambilan keputusan yang tepat dan akurat terkait pengkodean diagnosis. Orang ini juga perlu memiliki pengetahuan komputer dasar dan memiliki kecepatan mengetik minimal 35 kata-per-menit.

Profesi medical coding and billing terus berkembang dan makin banyak peluang (red: di luar negeri sana). Perusahaan asuransi dan pemerintah menghabiskan lebih banyak waktu dan uang untuk meneliti dan mengendalikan klaim yang memungkinkan terjadinya penipuan. Dengan adanya profesi medical coding and billing maka kode yang dihasilkan bisa dijamin keakuratannya sehingga proses klaim asuransi bisa lebih cepat dan meminimalisir adanya kerugian serta penipuan.

Profesi medical coding and billing dapat bekerja secara independen dari rumah mereka. Mereka dapat mengatur penagihan elektronik melalui komputer di rumah mereka.
» Baca Selengkapnya..

Renungan bagi Para Pejuang Rekam Medis

Beberapa waktu belakangan banyak dibahas tentang Rekam Kesehatan Elektronik (RKE), banyak seminar tentang RKE yang dengan “iming-iming” SKP dibanjiri banyak peserta terutama mahasiswa rekam medis. Sejenak kita dibawa “berkhayal” tentang suatu konsep penerapan teknologi informasi di bidang informasi kesehatan. Bagaimana nantinya informasi kesehatan bisa dikelola dengan efektif dan efisien, diproses dengan cepat, ditunjang dengan sistem pendukung keputusan (decision support system), serta kelebihan-kelebihan lain dari RKE yang banyak “digembor-gemborkan”.

Paradigma kita secara tidak langsung telah “dirubah”, kita membayangkan instalasi rekam medis di fasilitas pelayan kesehatan adalah sebuah unit kerja yang berbasiskan teknologi informasi, cukup berinteraksi dengan komputer dan semua proses bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Jika mind set kita seperti ini maka bersiaplah menerima kenyataan pahit di luar sana.
» Baca Selengkapnya..