Statistik

free counters

Translate

Chinese (Simplified)DutchEnglishItalianJapaneseKoreanMalayPortugueseSpanish

Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Hari Sabtu, tanggal 23 Maret 2013 dilaksanakan workshop kurikulum baru berbasis kompetensi institusi pendidikan tenaga perekam medis dan informasi kesehatan di Dinas Kesehatan DIY. Peserta yang diundang dalam workshop tersebut adalah:
1. Dosen program studi rekam medis (Sekolah Vokasi UGM, Poltekes BSI, dan STIKES Permata Indonesia)
2. Pengurus Institusi pendidikan rekam medis
3. Stake holder/ pengguna lulusan D3 RMIK
4. Pengurus organisasi profesi rekam medis (PORMIKI)

Sambutan dan materi dari Dinas Kesehatan DIY disampaikan oleh drg. Yuli Kusumawati,M.Kes terkait dibentuknya badan kemitraan antara dinas kesehatan, istitusi pendidikan, dan organisasi profesi rekam medis untuk mengawal jalannya kurikulum baru berbasis kompetensi. Diharapkan adanya peran aktif dari masing-masing elemen untuk menjamin bahwa lulusan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan merupakan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi sesuai standar yang sudah ditentukan.

Materi kedua dari PORMIKI disampaikan langsung oleh ketua DPD PORMIKI DIY, Ibnu Mardiyoko, SKM, MM terkait peran PORMIKI sebagai organisasi profesi dalam mengawal mutu kurikulum berbasis kompetensi. PORMIKI akan mengevaluasi kurikulum baru berbasis kompetensi pada pelaksanaan uji kompetensi calon lulusan perekam medis dan informasi kesehatan.

Materi ketiga disampaikan oleh Direktur SDM Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dr. Valentina, M.Kes, terkait peran perekam medis di Rumah Sakit Panti Rapih. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan dan peran perekam medis di RS Panti Rapih sangat krusial terutama terkait analisis data rekam medis untuk menghasilkan statistik pelayanan medis yang nantinya diolah menjadi informasi medis yang berguna bagi pihak manajemen rumah sakit sebagai dasar pengambilan kebijakan. Masalah yang dihadapi Instalasi Rekam Medis di Rumah Sakit Panti Rapih diantaranya:
1. Kekurangan tenaga yang terdidik (lulusan D3 Rekam Medis baru 18% dari keseluruhan staf IRM)
2. Sulit melakukan koordinasi dengan profesi lain, perekam medis harus memiliki kemampuan advokasi
3. Kebijakan regulasi terkait penerapan Rekam Medis Elektronik
4. Standarisasi kebutuhan tenaga IT rumah sakit, kalau memiliki tenaga rekam medis yang kreatif dan inovatif maka RME dapat diwujudkan
5. Pengelolaan data dan informasi masih belum terkoordinasi dengan baik

Materi keempat disampaikan oleh Hj. Hosizah, MKM selaku ketua APTIRMIK (Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia) terkait kurikulum inti D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Kurikulum inti D3 RMIK berdasar pada SK Ka. BPPSDM Kes. No: HK.02.05/I/III/2/08661/2011 tanggal 16 Desember 2012. Beliau menyampaikan draf final kurikulum D3 RMIK yang terdiri dari:
1. Manajemen Informasi Kesehatan (MIK), 14 sks
2. Manajemen Unit Kerja (MUK), 9 sks
3. Manajemen Mutu Informasi Kesehatan (MMIK), 6 sks
4. Sistem Informasi Kesehatan (SIK), 8 sks
5. Klasifikasi dan Kodefikasi Penyakit dan Masalah Terkait Kesehatan serta Tindakan (KPPMT), 26 sks
6. Teknologi Informasi Kesehatan (TIK), 13 sks
7. Metodologi Penelitian Kesehatan, 3 sks
8. Farmakologi, 2 sks
9. Bahasa Indonesia, 2 sks
10. Pendidikan Agama, 2 sks
11. Pancasila dan Kewarganegaraan, 3 sks
12. Bahasa Inggris, 4 sks
13. KTI, 4 sks

Materi kelima disampaikan oleh Ketua Prodi D3 Rekam Medis Sekolah Vokasi UGM yaitu Bapak Nur Rokhman, M.Kom. Beliau menyampaikan strategi pengimplementasian kurikulum baru berbasis kompetensi di UGM. Kurikulum tersebut diterapkan pada tahun 2012 dan UGM yang pertama kali melaksanakannya. Perubahan besar yang terjadi dalam kurikulum baru tersebut adalah beralihnya kurikulum berbasis logika keilmuan menjadi berbasis strategi pembelajaran. Dalam satu periode hanya boleh diterapkan satu kurikulum, oleh karena itu mahasiswa yang pada masa transisi kurikulum berstatus sebagai mahasiswa tahun kedua dan seterusnya (yang sebelumnya menggunakan kurikulum lama) akan mendapat penyetaraan terkait dengan mata kuliah yang ada di kurikulum baru. Penyetaraan ini diatur dengan kebijakan prodi dengan prinsip tidak akan merugikan mahasiswa.

Perbandingan kurikulum berbasis logika keilmuan dan strategi pembelajaran

Sesi terakhir kemudian diisi dengan diskusi dimana peserta workshop dibagi ke dalam tiga kelompok besar atas nama institusi pendidikan rekam medis untuk mendiskusikan action plan terkait penerapan kurikulum baru berbasis kompetensi. Diambil kesimpulan bahwa di akhir smester genap tahun ajaran 2012-2013 akan diadakan pertemuan kembali untuk membahas sinkronisasi kurikulum antar penyelenggara pendidikan rekma medis dan informasi kesehatan di wilayah DIY untuk menyamakan persepsi dan standar kurikulum yang dipakai. Akan dibentuk juga badan kemitraan yang akan mengatur regulasi terkait pelaksaan PKL (praktik Kerja Lapangan) agar tidak terkesan ada perebutan lahan PKL antara institusi pendidikan, karena itu penjadwalan PKL dan pendistirbusian lahan akan didiskusikan bersama. Diharapakan di tahun ajaran 2013-2014 semua sudah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi dan terkait PKL serta magang juga sudah diatur dalam regulasi yang disepakati bersama antara Dinas Kesehatan, PORMIKI, stake holder/ sarana pelayanan kesehatan, serta pengurus institusi pendidikan rekam medis dan informasi kesehatan.

Post to Twitter Tweet This Post Post to Facebook Share Link on Facebook

2 comments to Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


× 7 = twenty one