Statistik

free counters

Translate

Chinese (Simplified)DutchEnglishItalianJapaneseKoreanMalayPortugueseSpanish

Karimunjawa, Mutiara di Balik Pesisir

Kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya dan teman-teman pada liburan tahun baru hijriyah kemarin di Kecamatan Karimunjawa, Jepara. Kebetulan anggota rombongan semuanya PNS alias Pegawai Nakal Sitik yang suka bolos-bolosan.. huahahah. Hari Jum’at tanggal 16 November 2012, rombongan dari Yogyakarta berangkat menuju Jepara menggunakan jasa travel Day Trans jam 6 pagi. Kami sewa 2 mobil, masing-masing mobil kuotanya 11 orang, tapi karena rombongan kami cuma ada 15 orang jadi banyak kursi kosong. Dari jogja ada 12 orang yaitu saya, angga, mbak indah, mbak vita, mas anggi, mbak chintya, mbak wulan, mas yoyoke, mbak riana, mas anggoro, mbak fitra dan mbak nisa. Kemudian di Semarang kami menjemput mas rudi, mbak ika, dan mbak anggia untuk sama-sama ke Jepara.

Kami istirahat untuk sholat Jum’at jam 11.30 di Jepara. Kemudian melanjutkan perjalanan ke dermaga untuk menyeberang ke Karimunjawa. Jam 13.30 kami masuk kapal Express Bahari, suasana kapal waktu itu penuh sesak, maklum juga karena memang bersamaan dengan long weekend. Jam 14.00 kapal berangkat dan setelah perjalanan kurang lebih 2 jam kami sampai di dermaga Karimun Jawa. Mas Sys (guide lokal) sudah menunggu kami di dermaga dan mengantar kami menggunakan mobil ke homestay yang sudah kami pesan. Di karimunjawa ada beberapa pilihan penginapan, bisa homestay (di rumah warga) yang lebih terjangkau harganya tentunya, atau menginap di hotel. Kalau yang berkantung tebal bisa menginap di resort-resort mewah yang tersedia. Kami semua menginap di homestay dibagi ke dalam 2 rumah, kecuali mas yoyoke dan mbak riana yang menginap di hotel sambil menikmati bulan madu, maklum pengantin baru.. ekekek.

Hari pertama

Di hari pertama kami hanya istirahat, tidak ada aktivitas wisata karena memang kami sampai disana juga sudah sore. Ada beberapa alternatif kegiatan, bisa jalan-jalan keliling desa, berburu sunset di dermaga, kemudian menikmati aneka kuliner di alun-alun karimunjawa. Kami mengisi hari pertama dengan foto-foto (belum apa-apa udah foto-foto) ya memang semuanya narsis sih (termasuk saya)

Ada guide lokal yang sangat eksotis, namanya mas Semono (biasa dipanggil mas momon), saya ingin sekali foto bareng dia, eh.. sayang dianya gak mau, kayaknya takut jadi terkenal dan diburu wartawan infotainment karena ke-eksotisan tampangnya, hahahah..

Hari kedua

Hari kedua dimulai dengan kegiatan snorkeling. Kami semua kumpul di dermaga jam 8 pagi. Semua peralatan sudah dipersiapkan oleh guide lokal termasuk perahu yang akan kami gunakan. Di karimunjawa ada sekitar 20-an pulau, jadi tidak semua akan sempat kami kunjungi kalau hanya berlibur disana beberapa hari. Jadi kami dipilihkan beberapa lokasi pulau yang dekat dengan spot-spot terumbu karang yang indah untuk snorkeling. Jangan lupa bawa roti tawar atau sejenisnya, buat ngasih makan ikan nanti pas snorkeling dan rasakan sensasinya (kayak melihara ikan di kolam).

Snorkeling di spot yang pertama semua masih tampak canggung, ya karena belum terbiasa dengan peralatannya dan ada beberapa yang belum bisa berenang juga. Jadi disini kami saling membimbing agar semuanya bisa menikmati keindahan terumbu karang di dasar laut karimunjawa. Kebetulan spot yang dipilihkan juga spot yang relatif tidak terlalu dalam, jadi tidak mungkin kelelep deh..

Menjelang jam 12.00 siang kami naik kembali ke perahu dan melanjutkan perjalanan ke pulau gleang untuk bakar-bakar ikan. Pulau Gleang punya pantai pasir putih yang indah dan luas. Disini ada fasilitas toilet dan mushola. Pulau ini Cuma dijaga oleh seorang penduduk lokal bernama Pak Mudi. Ini orangnya juga sangat eksotis dan sempat saya abadikan lewat video. Pak Mudi ini akan otomatis berjoged kalau diperdengarkan musik, terutama dangdut dan campur sari. Orangnya benar-benar unik, sangat berkesan.

Setelah makan siang dengan ikan bakar dan sambal kecap, kami melanjutkan perjalanan ke spot snorkeling berikutnya. Spot yang kedua ini lebih dalam dan memiliki terumbu karang yang lebih indah variatif dari spot sebelumnya. Ikannya juga banyak dan bervariasi. Betah pokoknya snorkeling di spot ini. Kami juga bisa mengambil foto underwater dengan bantuan guide lokal karena memang sudah disediakan kamera underwater oleh mereka. Kalau di spot yang pertama kami masing canggung, di spot yang kedua ini kami lebih berani dan lebih ekspresif terutama saat foto di bawah air, biasa narsisnya kumat, heheheh.

Jam 15.30 kami naik kembali ke perahu dan melanjutkan perjalan ke Tanjung Gelap. Tempat ini adalah mall-nya karimunjawa (kata guide-nya) karena banyak pedagang makanan disana. Kita bisa foto-foto di pantai pasir putih dengan batu-batu karang persis seperti setting lokasi film Laskar Pelangi di Belitong. Kami cuma sebentar di Tanjung Gelap karena hari yang sudah sore, belum sholat juga, jadi kami langsung melanjutkan perjalanan ke pulau utama dan kembali ke homestay.

Malam harinya kami jalan-jalan ke alun-alaun karimun jawa, menikmati aneka jajanan disana sambil menonton film layar tancep yang diputar di depan kantor kecamatan. Film yang diputar saat itu berjudul “Mutiara di balik pesisir”, sebuah film romantis yang sebenarnya bertujuan utama mempromosikan potensi wisata Karimunjawa. Film ini bercerita tentang seorang gadis cantik bernama Karina, seorang gadis kelahiran asli karimunjawa yang sedang mengalami dilema antara merantau ke kota atau bertahan di tanah kelahiran untuk membangun karimunjawa, disamping konflik cinta dengan 3 orang pria yang mencintainya. Film ini genre-nya berkebalikan dengan genre harem (1 laki-laki banyak wanita) yang biasa saya tonton dalam anime Jepang. Kalau ini 1 wanita diperebutkan banyak pria, karina diperebutkan oleh Sam (fotografer dari kota), Pak Danu (PNS, peninjau pariwisata dari pusat), dan Mas Kun (nelayan, sahabat Karina dari kecil). Siapa yang dipilih Karina? Dan apa keputusan Karina? Silahkan ditonton saja filmnya :D

Hari ketiga

Hari ketiga sama dengan hari kedua, jam 8 pagi kami sudah kumpul di dermaga. Tujuan pertama kami adalah menuju Pulau Gosong. Sebuah pulau yang tidak ada pepohonan sama sekali hanya gundukan dan hamparan pasir putih yang membentang luas, spot yang paling bagus untuk mengambil gambar. Pantaslah diberi nama Pulau Gosong, bener-bener gosong kita disana, tidak ada pepohonan sama sekali untuk beteduh. Tapi kami puas, tempatnya benar-benar indah dan banyak momen yang bisa kami abadikan disana.

Setalah puas mengambil gambar, kami menuju ke spot snorkeling yang ketiga. Sekarang semua sudah mahir dan berebut minta foto underwater sama guide-nya. Benar-benar momen yang tidak bisa dilupakan. Menjelang waktu dzuhur kami naik ke perahu dan menuju pulau. Disana seperti hari sebelumnya kami makan siang dengan ikan bakar dan sambal kecap khas karimunjawa, nikmat sekali rasanya.  Hari itu hujan turun cukup lebat, membuat kami belum bisa melanjutkan perjalanan. Untunglah tidak lama kemudian hujan agak reda, dengan ditemani gerimis rintik-rintik kami melanjutkan perjalan ke spot snorkeling terakhir dalam rangkaian tour kami. Di perahu kami benar-benar kedinginan, ditengah gerimis dan tiupan angin laut badan kami pun semakin menggigil.

Akhirnya kami sampai di spot snorkeling ke-empat, Mas Sys menarankan agar kami langsung terjun ke laut agar tidak kedinginan. Benar saja, tanpa pikir panjang saya langsung terjun ke laut, ternyata di dalam air rasanya begitu hangat, macam mandi di sauna :D

Di spot ini kami puaskan mengambil gambar underwater. Saya juga mengajak 2 anak kecil (anak buah kapal) untuk foto bersama di bawah air, meskipun masih kecil ternyata mereka mahir sekali menyelam, saya pun belajar banyak dari mereka. Mulai dari teknik menyelam, mengatasi tekanan air di kedalaman laut, dan cara berburu lobster di sela-sela terumbu karang. Benar-benar momen yang membuat saya begitu berat meninggalkan karimunjawa.

Karena hari sudah sore, kami naik kembali ke perahu dan pulang menuju pulau utama. Di perjalanan kami mampir ke penangkaran ikan hiu. Disana kita bisa berfoto narsis dengan predator laut ini. Tapi tidak banyak yang berani turun, cuma saya, mas anggi, mas yoyok, dan mas anggoro yang foto bersama ikan hiu. Ada perasaan takut juga kalau tangan atau kaki kita digigit, ah.. tapi hiu itu kan dipelihara dan diberi makan oleh manusia, seharusnya mereka segan dong sama kita, heheheh.. dan nyatanya memang tidak ada dari kami yang diserang oleh ikan-ikan hiu itu, mereka cuma mondar-mandir mengelilingi kami. Kemudian di dekat penangkaran hiu juga ada fasilitas banana boat bagi yang ingin memacu adrenalin. Hiburan disini pun terasa makin lengkap.


Jam 5 sore kami kembali ke pulau utama dan menuju homestay masing-masing. Hari ketiga ini begitu melelahkan. Malam hari dilanjutkan acara meng-copy file foto dari kamera masing-masing termasuk kamera milik guide dan kamera underwater. Banyak sekali foto-foto yang dihasilkan dan semuanya sangat berkesan.

Sebelumnya, saya menemani mas Anggoro mengunjungi komplek toko-toko souvenir khas karimunjawa. Souvenir yang dijual bermacam-macam, ada kaos dengan berbagai wana dan desain, gantungan kunci, aksesoris, dan hiasan yang dibuat dari sisa biota laut. Kemudian ada keris, tongkat, tasbih dari kayu dewa daru, dan lain-lain. Ada juga oleh-oleh makanan seperti ikan asin, kerupuk ikan, dan rumpu laut kering. Di sana juga ada café bagi yang ingin bersantai dan menghabiskan malam. Malam terakhir ini terasa sangat melelahkan dan setelah kembali ke homestay saya pun langsung tertidur dengan lelap. Oya jangan lupa bawa anti nyamuk, disana banyak sekali nyamuk-nya :D

Hari keempat

Hari Senin, tanggal 19 November 2012 adalah jadwal kami untuk pulang, tapi hari itu tidak ada kapal penyeberangan ke Jepara yang berangkat pagi. Jadi kami harus menunggu sampai jam 1 siang. Hari itu kami isi dengan packing lalu jalan-jalan keliling pulau utama sambil mengambil foto-foto narsis untuk terakhir kalinya. Menjelang pulang ada Bule dan Pakle (separang warga asing) yang ingin mengikuti perjalan kami ke Yogyakarta, sebelumnya kami juga sudah bersama-sama mereka tour dan snorkeling di hari ke-tiga. Mbak Fitra dan mas Anggoro nampak menikmati perbincangan dengan mereka pake bahasa londo, heheheh.. Mereka mengatakan tujuan wisata berikutnya adalah Yogyakarta jadi bisa sekalian kami antar ke hotel yang mau mereka pesan. Kebetulan mobil yang kami booking juga masih ada kursi kosong. Jam 1 siang kapal penyeberangan telah siap untuk kami naiki menuju Jepara. Jam 15.15 kami sampai di dermaga Jepara dan langsung naik armada Day Trans untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Yogyakarta.

Sampai jumpa lagi karimunjawa, sampai jumpa lagi warga-warga yang ramah seperti Bu Sriyati (pemilik homestay), dan para guide lokal yang menyenangkan (mas Sys, mas Momon, mas Eka, bayu, adit, dll). Semoga saya bisa kembali di lain kesempatan. Berkunjung ke karimunjawa, sebuah mutiara pariwisata yang tak terlupakan keindahannya.

Post to Twitter Tweet This Post Post to Facebook Share Link on Facebook

9 comments to Karimunjawa, Mutiara di Balik Pesisir

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


7 + = twelve