Statistik

free counters

Translate

Chinese (Simplified)DutchEnglishItalianJapaneseKoreanMalayPortugueseSpanish

Apakah (pe)rekam medis itu sepele?

Sudah 2 tahun semenjak website ini diluncurkan, dari awal memang saya lebih memfokuskan materi blog ini ke arah rekam medis dan informasi kesehatan. Melalui website ini saya mendapat banyak sekali kenalan baru dari seluruh Indonesia baik itu lewat facebook, twitter maupun yang langsung menghubungi saya via mobile. Dan dari mereka juga saya tahu bahwa pendidikan rekam medis kini telah berkembang pesat dan menyebar ke seluruh Indonesia.

Ada beberapa lulusan sekolah menengah atas yang menghubungi saya dan menanyakan tentang prospek profesi perekam medis ke depannya:

Mas, saya baru lulus SMA dan berminat ngambil jurusan rekam medis, kira-kira prospek profesi perekam medis untuk 3 tahun ke depan masih bagus tidak ya?

Saya jamin prospek perekam medis untuk ke depannya akan semakin bagus dan semakin berkembang. Saat ini masih banyak sarana pelayanan kesehatan yang manajemen informasi kesehatannya masih kurang baik karena tidak ada atau minimnya professional rekam medis di institusi tersebut. Tentu daya serap kerja di bidang rekam medis masih sangat tinggi terutama untuk sarana pelayanan kesehatan di daerah serta rumah sakit swasta. Kebutuhan PNS juga sangat tinggi, hanya saja rekruitmen pegawai pemerintah harus mengikuti birokrasi jadi tidak bisa asal pajang lowongan. Biasanya rumah sakit pemerintah menyiasati kekurangan tenaga di bidang rekam medis dengan membuka lowongan bagi tenaga honorer.

Pak, alhamdulillah sekarang saya sudah menjadi PNS dan ditempatkan di sebuah Puskesmas di daerah. Tetapi sepertinya saya masih diperebutkan hehe,, kemarin RSUD setempat mengajukan ke BKD untuk meminta tambahan tenaga perekam medis, sehingga kemungkinan saya akan dimutasi ke RSUD”. Ini adalah keterangan rekan saya di daerah yang mengatakan bahwa tenaga PNS rekam medis masih sangat kurang.

Namun memang perlu kita sadari bersama bahwa belum semua pihak yang terjun dalam bidang kesehatan mengerti tentang pentingnya seorang perekam medis. Kebanyakan masih menganggap bahwa perekam medis hanya sebatas “tukang ndaftari pasien” dan “tukang ambil berkas”. Padahal peran seorang perekam medis jauh lebih besar dari itu. Seorang perekam medis telah menempuh pendidikan formal diploma dan telah dididik untuk dapat mengelola data dan informasi yang bersumber dari rekam medis sebagai dasar pengambilan kebijakan di level manajemen sarana pelayanan kesehatan. Idealnya setiap sarana pelayanan kesehatan memiliki sebuah unit kerja rekam medis yang seluruhnya adalah professional di bidang rekam medis agar arus informasi bisa berjalan lancar dan tercapai apa yang disebut pelayanan prima dalam bidang kesehatan.

Pak, di tempat saya bekerja perekam medis sangat disepelekan, katanya kalau cuma ndaftar pasien dan ambil berkas lulusan SMA-pun bisa.. terus sekarang rumah sakit sedang mengembangkan SIMRS dan kalau SIMRS itu sudah jadi nanti dokternya yang coding diagnosis sendiri langsung input setelah pelayanan, mereka tidak butuh tenaga rekam medis lagi”. Ini adalah curhatan salah seorang follower saya di twitter, beliau bekerja di salah satu rumah sakit di Solowesi Selatan sana.

Saya bilang “biarlah anjing menggonggong, kita cuek saja.. lagian anjingnya dirantai kok jadi gak mungkin menggigit, hehe”. Ada beberapa kemungkinan, kemungkinan pertama mereka masih cupu (culun punya :red) dan belum tahu bahwa rekam medis yang ideal itu cakupannya luas, untuk mendukung konsep pelayanan prima maka pelayanan rekam medis harus ideal dan untuk mewujudkan konsep yang ideal itu butuh tenaga professional di bidang rekam medis yang sudah menempuh pendidikan formal rekam medis tentunya. Terkait coding diagnosis jelas tidak mungkin membebankan atau mempercayakan sepenuhnya kepada dokter, karena terkait klaim asuransi, jasa medis, yang sifatnya subjektif perlu verifikator independen untuk memastikan bahwa kode diagnosis yang ada sudah tepat dan akurat.

Kemungkinan kedua mereka hanya sedang menguji mental Anda, dunia kerja sesungguhnya tidak akan semulus yang Anda bayangkan. Yang perlu Anda lakukan adalah tetap berpikiran positif, optimis, semangat dan tunjukan pada mereka dalam beberapa tahun ke depan akan terbukti bahwa perekam medis memegang andil yang sangat strategis dalam sistem kesehatan nasional.

Bagi Anda praktisi, mahasiswa maupun staf pengajar rekam medis dan informasi kesehatan, teruslah update pengetahuan tentang manajemen informasi kesehatan, apa yang kita pelajari di bangku akademik tidak selalu sama dengan apa yang kita temui di lapangan. Upgrade juga skill dan pengetahuan terkait teknologi informasi dan komunikasi karena ke depannya akan sangat dibutuhkan jika konsep rekam medis dan rekam kesehatan elektronik benar-benar telah diwujudkan di Indonesia.

Setalah itu silahkan Anda simpulkan dan jawab sendiri, “Apakah (pe)rekam medis itu sepele”? :)

Post to Twitter Tweet This Post Post to Facebook Share Link on Facebook

34 comments to Apakah (pe)rekam medis itu sepele?

  • Mank

    Bisa jadi ini kebiasaan orang Indonesia yang sudah mendarah daging – kurang (kalo enggan dibilang tidak mau) menghargai profesi seseorang. Bandingkan dengan negeri sakura yang cukup menghargai profesi seseorang. Paman saya pernah bekerja di Jepang dan menurut beliau, orang-orang disana sangat menghargai sebuah profesi. Karena mereka tahu bahwa mereka tidak bisa maju kalau tidak bekerja sama dengan rekan dari profesi lain. Walaupun jika berbuat salah, atasan akan memaki habis-habisan.

  • parmitu

    Paradigma tersebut seperti yang saudara jelaskan akan menjadi kenyataan jika rekam medik berperan dalam batas keilmuan yang statis dengan pengertian lain jika tidak terjadi proses upgrade keilmuan maka posisi rekam medik akan tersingkirkan. tapi cakrawala berpikir juga harus terus berkembang,jika sauadara hanya menganggap anda sebagai pencatat, pelapor dari dokumen RS maka 2 tahun lagi profesi rekam medik tidak dapat dipakai, tapi coba saudara bayangkan jika para alumni rekam medik mampu merancang beberapa aplikasi terkomputerisasi sejenis SIMRS maka profesi anda akan menjadi profesi favorit di RS dan masyarakat. dan dari pengamatan saya pribadi pemutakhiran kurikulum perekam medik dengan melibatkan matakuliah pengelolaan data berbasis komputer sangat minim.bahkan kencenderungan banyaknya matakuliah yang tidak relevan lagi dengan keadaan dan situasi perkembangan RS. Thanks

  • kurikulum terbaru sudah dibahas di kongres nasional APTIRMIK kemarin di Yogyakarta, dan memang mata kuliah terkait IT akan ditambahkan, sehingga diharapkan para alumni pendidikan RMIK nantinya jg menguasai IT secara praktis.

  • apek

    Assalamualaikum,
    Sebenarnya buat apa sih, ada D3 Rekam medik, ini kan akal-akalan dosen buat nambah penghasilan atau tebalnya dompet,ini hanya komersialisasi pendidikan boleh saya bilang krimininalisasi pendidikan alias mengada-ada. Mata Kuliah terkait IT akan ditambahkan, hmm..omong kosong, sekolah IT itu butuh waktu untuk menyelesaikan minimal 154 sks, dan secara keilmuan IT adalah ilmu dan teknologi terapan yang anda tau sendiri dari waktu ke waktu terus berkembang, yakin dah, jika nantinya dipaksakan lulusan D3 Rekam Medik membuat software atau perangkat lunak untuk institusi kesehatan, bisa saya bayangkan bagaiamana kualitas perangkat lunak tersebut, bagaiamana dengan algoritma, skalabilitas database, error handling, kemudahan user interface, desain jaringan dan skalabilitasnya,dan lain lain.Bukannya pasti kalah jauh dilihat dari skill jika lulusan S1 Informatika dengan D4 Informatika Kesehatan apalagi D3 Rekam Medik.
    Jadi jelas menurut saya D3 Rekam Medik ini cuman sekolahnya orang-orang yang sebenarnya kalah bersaing secara intelektual atau sekolahnya pegawai rendahan supaya lebih disiplin dan terlihat keren atau D3 rekam medik ini hanya sekolahnya juru ketik supaya lebih terlihat mumpuni, toh yang membuat perangkat lunak bukan lulusan D3 Rekam Medik, sedangkan SOP dan IK (Intruksi Kerja) pada masing2 institusi kesehatan yang benar sudah pasti ada sehingga seorang programmer cukup berdiskusi dengan orang-orang terkait, dan D3 rekam medik hanya sebagai operator saja, bukannya kalau hanya operator saja pelatihan 1 bulan perangkat lunak tersebut sudah cukup daripada sekolah 3 tahun, begitulah kondisi yang diciptakan sehingga tampak menarik yang sebenarnya tak perlu dan hanya sebagai penambah bagi yang berkepentingan.Sekian, maaf jika ada salah kata.

  • elhakim

    Assalamu’alaikum (adalah sebuah perjanjian bahwa saya akan menjamin kesalamatan anda semua baik secara fisik, hati, harga diri maupun martabat anda).
    Perekam medik merupakan tenaga profesional kesehatan yg diakui secara nasional maupun internasional. Disebut tenaga profesional karena mempunyai kompetensi atau keahlian tertentu. Silakan buka standar kompetensi apa saja yg harus dipunyai perekam medik.
    Kami selaku pelaksana di lapangan (bkn lap.sepakbola. Haha..) melihat & merasakan bahwa sistem informasi yg ada baik di rs maupun dinkes msh byk kekurangan. Salah satu penyebabnya adl kurangnya pengetahuan informasi kesehatan programer IT. Apalagi kebutuhan informasi kesehatan yg dibutuhkan selalu berkembang. Jd harapannya seorang IT jg harus paham & mengikuti perkembangan infokes. Dan kompetensi MIK (manajemen informasi kesehatan) merupakan keahlian seorang perekam medik.
    Jd kl boleh berharap, para perekam medik lulusan D3, lanjutin S1 informatika. Tantangan ke depan adalah rekam medik elektronik, yg tentu saja bkn masalah software (kebutuhan informasi) saja tetapi aspek hukumnya, Quality Assurance RM, dsb bagaimana. Dan kebutuhan yg diinginkan tdk cukup didiskusikan dg programer IT, tetapi memang seorang IT harus paham MIK & kompetensi perekam medik pd umumnya. Kl RM & IT merupakan profesi yg berbeda. Tidak ada salahnya kami butuh yg paham kedua-duanya.
    Tak ada satupun makhluk ciptaan Tuhan yg tdk berguna. Jk kelihatan tdk berguna, itu karena belum tahu saja.
    Matur nuwun..

  • Rekmeder

    Komen sodara apek itu merupakan komen seorang sarjana yang pada akhirnya jadi pengangguran,,karena kita bisa liat sendiri kualitas komentarnya benar2 jauh dari bobot komentar orang berpendidikan.

  • rekmeder2

    yo apek, koyok jenenge. iyo ra cah?

  • >elhakim: wa’alaikumussalam, mas.. (smg keselamatan jg selalu dicurahkan Gusti Alloh buat njenengan) :)

    >rekmeder 1 dan 2: terimakasih komentarnya, no offence ya :)

    >apek: wa’alaikumussalam, saya tahu Anda adalah mahasiswa IT, saya khusnudzon bahwa Anda adalah orang yang hebat dari sisi skill analisis dan programming (semoga Anda bisa membuktikannya kelak). Punya pendapat itu boleh, tapi langkah baiknya jika kita bisa menyampaikan pendapat tanpa menyinggung pihak manapun. Komentar Anda cukup ‘menyengat’ para mahasiswa dan professional rekam medis, silahkan Anda baca-baca dulu artikel di blog saya, atau cari tahu lebih jauh tentang profesi rekam medis :D
    seperti yang dijabarkan mas Elhakim, perekam medis itu profesi yang mendunia, bahkan sudah ada organisasi profesinya di Indonesia (FYI profesi programmer belum ada organisasi profesinya lho). Professional rekam medis memegang peranan sentral di institusi pelayanan kesehatan, jangan tanyakan “mengapa..??” dan “kok bisa..?”, baca saja tulisan saya. Jadi tolong jangan mengeluarkan statemen yang belum Anda uji kadar kepantasannya, apalagi belum diuji secara empiris dan baru sekedar opini belaka. OK, salam kenal, dan mari saling toleransi :)

  • Isma Gumbang

    keberadaan seorang tenaga RM menurut pengalaman sy (kurang lebih 6 thn) dikalimantan sangat dan sangat dibutuhkan.hampir hampir setiap ada lowongan untuk PNS tdk pernah diisi/kosong…..karena salah satu yg menjadi penilain pd saat akreditas adalah keberadaan staf RM, walaupun ada org yg bekerja di RM tp klo tdk berijasah RM nilainya adlh NOL………….jd RM tdk sepele bahkan merupakan jantungnya rumah sakit.

  • maju perekam medis.,,,hehe

  • kira-kira pada tahun 2016 kedepan lulusan rekam medis masih banyak peluang atau tidak mas….?

    tolong segera di balas ya mas, soalnya ini sangat penting

  • kira-kira pada tahun 2016 kedepan lulusan rekam medis masih banyak peluang atau tidak mas….?

    tolong segera di balas ya mas, soalnya ini sangat penting

  • saya bukan peramal, tp insyaAlloh peluang masih sangat terbuka :)

  • bahtiar

    > apek yang terhormat sya mengerti anda adalah salah satu orng yng membuat program di suatu rumah sakit, namun asal anda sadari orang pembuat program seperti anda tidak akan membuat program tanpa disuruh oleh profesi rekam medis, jadi secara tidak langsung bagi kami anda itu cman sbagi pembantu saja dan tidak akan dpakai klw g’dibutuhkan,

  • aduuh jadi DOWN sekali setelah membaca komentar saudara APEK… padahal saya mahasiswa baru di Fakultas Rekam Medis… tapi ternyata banyak yang membela hati saya untuk bangkit dan tersenyum. :) :D

  • mega linda

    terimakasih infonya… selamat datang dunia Rekam Medis semoga bisa bersahabat dengan saya. :)

  • aku juga minat
    aku lulusan smkn di daerah wngri
    kira2 stlah lulus ada lowongan pns nggak ya?????

  • Boy Haryono

    biasanya mata pelajaran pokok untuk jadi perekam medis apa aja?

  • sinchan

    prodi rmik ini lebih masuk akal kalo menitikberatkan pada mik dibanding it, sisi it nya paling jadi operator/user aja, malah sebaiknya nanti loncatnya ke s1 manajemen daripada ke s1 informatika/programmer/system analyst (kejauhan loncatnya).
    kalo larinya ke manajemen, nanti akan lebih pas posisinya jadi direktur/manajer rumah sakit/klinik, bukan malah bikin program/simrs yg seharusnya jadi kerjaannya anak it.

  • Santy Be'and Fira

    klo RMIK dangan kesehatan masyarakat prospek kerjanya bagus mana?

  • aang

    Assalamualaikum agan-aganwati.

    setelah saya membaca postingan ini dan statement2 daripada pembaca atau cuma hanya sekedar statement belaka. ada beberapa hal pertanyaan yang masih mengganjal di benak saya, karena saya lulusan smk teknik tapi kecintaan saya kepada dunia medis. disini ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
    - kenapa rekam medis harus kuliah? sedangkang kualifikasi daripada calon tenaga rekam medis untuk standart SMA saja sudah ada yang di terima (hanya beberapa).
    - dari tenaga keahlian juga tadi ada statement yang memberi informasi bahwa ada kurikulum berbasis IT di rekam medis, kenapa tidak berbasis SI yang jelas2 merupakan suatu keahlian yang mungkin lebih cocok untuk di terapkan di dalam rekam medis tersebut.
    - menurut cerita dari kakak saya seorang radiografer, katanya untuk peluang rekam medis masih terbuka lebar di Indonesia dan masih sedikit seseorang yang memiliki keahlian tersebut??

    mohon konfirmasi jawabannya, bisa juga di kirim lewat email saya (ck_kaka@ovi.com), maaf bila ada salah kata yang kurang berkenaan. karena saya masih newbie dan kebetulan kakak saya menyarankan untuk mengambil kuliah di jurusan rekam medis tersebut. terimakasih.

  • Assalamualaikum, masalah kayak gitu kalo kita pikirkan sendiri kagak bakal ketemu jawabannya, mentok-mentok kita kadang stress dengan pilihan kita sendiri. lebih baik iktikhaf sama Allah, Shalat Malam, Puasa Sunnah, dan Banyak beramal shaleh lebih di kencengin juga, jangan ibadah yang wajib doang. :D InsyaAllah bakalan nemu jalan yang tak terduga deh (masalah Rejeki, Kerjaan, dan lain-lain bakalan di JAMIN sama ALLAH SWT). InsyaAllah kalo percaya.

    terus ni yang masih galau tentang mau ambil prodi/jurusan apa di kuliah, kencengin juga noh amalan shodakoh dan shalat malam (khususnya shalat Istikharoh). InsyaAllah Hati jadi mantap mau memilih prodi/jurusan apa yang akan kita masuki nanti.

    InsyaAllah Kebenaran dan Kebaikan datangnya dari Allah dan kesalahan itu sendiri datangnya diri manusia, ane cuma sekedar ngingetin :D wassalamualaikum.

  • >aang: – kualifikasi tenaga rekam medis itu D3, kenapa SMA bisa masuk? karena lulusan D3 masih sangat JARANG
    - IT itu ilmu/teknologinya, SI itu produknya, yg jelas pengetahuan tentang teknologi informasi bukan kompetensi pokok dari perekam medis, cuma ke depannya akan sangat menunjang karir perekam medis itu sendiri
    - kakak Anda betul sekali, mengacu pada jawaban saya yg pertama :D

  • [...] Masih sangat bagus, banyak sarana pelayanan kesehatan yang belum memiliki tenaga rekam medis lulusan pendidikan tinggi rekam medis (kebanyakan saat ini lulusan SMA). Simak juga cerita saya disini. [...]

  • calon rekam medis 2015 heh smoga jadi PNS aminn ya allah,,

  • materi rekam medis itu tentang apa saja ya?

  • antara rekam medis dengan analis kesehatan kira-kira peluangnya kerja kedepan nya besar mana ya?

  • antara rekam medis dengan analis kesehatan kira-kira peluangnya kerja kedepan nya besar mana ya?

  • assalamualaikum wr.wb
    tahun ini saya akan masuk d3 rekam medis. saya sudah mantab. saya tidak tergoyahkan oleh komentar saudara apek yang jujur saja sangat membuat saya (sebagai calon mahasiswi perekam medis) dan orang lain yang berhubungan atau berprofesi menjadi perekam medis merasa sangat tersinggung karena profesinya terkesan ada yang tidak MENGHARGAI. padahal seorang perekam medis sangat di butuhkan dalam dunia kesehatan.
    untuk bapak Dian Budi Santoso : terimakasih untuk informasinya mengenai seluruhnya yg berkaitan dgn rekam medis :). saya semakin tertarik dan mantab.

  • terimakasih untuk informasinya…bp dian budi santoso…..maaf say Mau bertanya tenaga rekam medis untuk peluang kerjanya apakah hanya di rs saja?

  • nanik sulastri, dr

    dibutuhkan segera tenaga rekam medis D3/S1 untuk ditempatkan di RSIA IPHI KOTA BATU JAWA TIMUR, alamat : Jl. KH. Agus Salim no 35 Batu. no telpon (0341)591480. lamaran kerja dan curiculum vitae yang cepat masuk, akan segera diproses. terima kasih

  • Antara D3 dan D4 Rekam Medis apa bedanya ya?

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


four + 9 =