Statistik

free counters

Translate

Chinese (Simplified)DutchEnglishItalianJapaneseKoreanMalayPortugueseSpanish

Kebutuhan akan Perekam Medis Saat Ini

Sebelumnya selama kuliah di Prodi Rekam Medis saya sempat berpikir (saya yakin teman-teman juga begitu) untuk apa mata kuliah seperti  akuntansi, manajemen, basis data, pemrograman, jaringan komputer, dll. Karena mungkin yang benar-benar dibutuhkan justru tata krama pelayanan, pengelolaan sistem rekam medis (PSRM) serta ilmu penyakit dan lab kesehatan (IPLK), setidaknya seperti itu yag terlihat jika mengacu pada beberapa kegiatan praktek kerja lapangan yang sudah dilaksanakan.

Sebenarnya mind set kita sebagai perekam medis harus dirubah. Paradigma profesi perekam medis sudah berubah (dalam proses transisi) dari yang terfokus pada fisik berkas ke paradigma yang terfokus pada informasi terekam dan berbasis teknologi informasi. Perekam medis bukan hanya sebatas orang yang melayani pendaftaran pasien, atau hanya berada di balik layar dan menangani setumpukan berkas yang berdebu. Perekam medis haruslah juga memiliki pengetahuan tentang kemajuan teknologi informasi kesehatan, menguasai bisnis proses fasilitas pelayanan kesehatan, dan mampu memberikan masukan kepada stakeholder fasilitas pelayanan kesehatan yang terkait dengan kebijakan manajemen.

Saya teringat pada seminar “Menuju Era Rekam Kesehatan Elektronik” yang lalu, ada rekan perekam medis dari salah satu rumah sakit di Bogor (kalau tidak salah), beliau mengatakan kalau pembangunan sistem informasi di rumah sakitnya terhambat karena kurang lancarnya komunikasi antara pihak rumah sakit dan pihak vendor. Katanya pihak vendor tidak mau mengerti apa yang sebenanya diinginkan oleh pihak rumah sakit, sehingga masukan bagi pihak vendor terkait sistem informasi yang sudah diimplementasikan seolah tidak ditanggapi.

Sebenarnya disinilah seharusnya seorang perekam medis mengambil peran, menjembatani komunikasi antara pihak rumah sakit dan pihak vendor. Pihak rumah sakit menginginkan seluruh bisnis proses rumah sakit diotomasi dengan sistem informasi tetapi mereka tidak tahu tentang seluk beluk dan tingkat kesulitan dari pembangunan sistem informasi itu sendiri, sementara pihak vendor tahu tentang konsep sistem informasi tetapi tidak tahu tentang konsep bisnis proses rumah sakit. Perekam medis sebagai seorang yang memiliki pengetahuan tentang bisnis proses rumah sakit dan juga teknologi informasi seharusnya mampu menjembatani komunikasi antara kedua belah pihak.

Saya sendiri juga kebetulan masih terlibat pada pembangunan sistem informasi rumah sakit terintegrasi di salah satu rumah sakit swasta di Yogyakarta (dalam hal ini saya sebagai pihak vendor). Baru terasa manfaat matakuliah-matakuliah yang saya sebutkan di awal tadi. Dengan matakuliah-matakuliah tersebut kita bisa mengetahui tentang seluk-beluk bisnis proses rumah sakit, juga mengenai konsep sistem informasi dan jaringan komputer terintegrasi.

Saatnya merubah paradigma sistem informasi kesehatan di Indonesia…^^

Post to Twitter Tweet This Post Post to Facebook Share Link on Facebook

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


+ nine = 11