Statistik

free counters

Translate

Chinese (Simplified)DutchEnglishItalianJapaneseKoreanMalayPortugueseSpanish

Menuju Era Rekam Kesehatan Berbasis Elektronik

Sedikit cerita dari seminar yang saya ikuti di Ruang Pertemuan Utama Gedung Diklat RSUP Dr. Sardjito tanggal 27 Maret 2010 lalu yang menghadirkan Sis Wuryanto, Amd.Perkes, SKM dan dr. Rano Indradi S, M.Kes sebagai pembicara.

Dari awal publikasi saya memang sudah tertarik untuk mengikuti seminar ini, karena selain banyak teman-teman saya di DPD PORMIKI DIY yang menjadi panitia, saya tertarik dengan tema seminar yang bertajuk “Menuju Era Rekam Kesehatan Berbasis Elektronik”. Saya ingin mengetahui RKE dalam pandangan pembicara tersebut seperti apa? Content standar yang harus ada dalam RKE itu apa saja? Karena saya juga ragu apakah sistem informasi rumah sakit yang sedang saya bangun bersama teman-teman atau yang selama ini saya ketahui sudah bisa disebut dengan RKE?

Pembicara pertama adalah Pak Sis Wuryanto, beliau menyampaikan materi tentang tantangan dan persiapan menuju electronic health record. Beliau menyampaikan bahwa untuk mewujudkan penerapan RKE secara penuh di Indonesia diperlukan kerjasama dari 4 pihak:

  1. Pemerintah, harus concern dengan pengembangan RKE, terutama dengan membuat regulasi yang lebih spesifik sebagai pedoman bagi fasilitas pelayanan kesehatan dan vendor dalam membangun RKE.
  2. Institusi Pendidikan, menyiapkan SDM yang berkompeten dengan RKE. Salah satu caranya adalah dengan memasukkan RKE ke dalam kurikulum pendidikan perekam medis.
  3. Organisasi profesi perekam medis (PORMIKI), harus membuat standar RKE dan meningkatkan kompetensi anggotanya terkait RKE.
  4. Pihak manajemen fasilitas pelayanan kesehatan, harus memiliki komitmen dan mendukung penuh implementasi RKE.

Pak Sis juga menyampaikan beberapa tantangan menuju RKE diantaranya biaya yang mahal, payung hukum yang belum spesifik dan lengkap, SDM yang kompeten di bidang RKE (menguasai baik bisnis proses maupun TI), serta terkait dengan keamanan data.

Kemudian pembicara kedua yaitu Pak Rano Indradi menyampaikan tentang beberapa fitur dasar RKE. Lingkup RKE meliputi perekaman, penyimpanan, pengolahan, keamanan, komunikasi dan penyajian serta pemusnahan data. Pak Rano lebih membahas ke hal teknis RKE terkait teknologi informasi. Dalam RKE harus ada smart internal check mulai dari data sosial hingga data medis. Sistem harus mampu mengecek jika data yang diinput itu tidak relevan.

Kemudian juga disampaikan tentang perlunya standarisasi dari RKE seperti istilah medis yang digunakan, format data, proses/rumus/algoritma, satuan, symbol, singkatan yang umum digunakan, dll. Aspek legal dan etikal juga disinggung oleh beliau, termasuk konsep pelepasan informasi dalam RKE. Hanya saja bagaimana konsep RKE dengan metode sharing data antar fasilitas pelayanan kesehatan, misal menggunakan metode web service belum disinggung oleh beliau.

Overall, seminar ini sangat bermanfaat bagi pengimplementasian konsep RKE kelak. Seperti kata Pak Sis di awal pembicaraan, “Kenapa temanya koq menuju era rekam kesehatan elektronik? Dari dlu koq menuju terus? Ya lebih baik menuju daripada meninggalkan..” hehe.. cukup mengena humornya Pak!!

Post to Twitter Tweet This Post Post to Facebook Share Link on Facebook

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


four × = 24